Sudahkah Perguruan Tinggi memberikan yang Terbaik

Sudahkah Perguruan Tinggi memberikan yang Terbaik


Pendidikan Tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program diploma, program sarjana, program magister, program doktor, dan program profesi, serta program spesialis, yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi berdasarkan kebudayaan Bangsa Indonesia. Pendidikan tinggi merupakan kelanjutan pendidikan menengah yang diselenggarakan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan profesional dalam menerapkan, mengembangkan dan menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian. Perguruan tinggi haruslah mampu menghasilkan lulusan (output) yang memiliki kepribadian tangguh, berkemampuan unggul, cerdas, kreatif sehingga mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain dalam menghadapi globalisasi.Oleh karena itu keberadaan perguruan tinggi mempunyai kedudukan dan fungsi penting dalam perkembangan suatu masyarakat. Proses perubahan social di masyarakat yang begitu cepat, menuntut agar kedudukan dan fungsi perguruan tinggi itu benar-benar terwujud dalam peran yang nyata. Peran perguruan tinggi tertuang dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tridharma adalah kewajiban Perguruan Tinggi untuk menyelenggarakan Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (UU No. 12 Tahun 2012, Pasal 1 Ayat 9). Yang sering sekali di bahas dalam Tri Dharma perguruan tinggi itu sendiri adalah kelayakan perguruan tinggi dalam penghasil tenaga kerja dalam dunia globalisasi ada beberapa lingkup yang harus di perhatikan dalam lingkar mutu Tri Dharma Perguruan Tinggi itu sendiri, yaitu Siklus dimulai dengan mengidentifikasi keinginan pasar secara cermat untuk kemudian diikuti dengan penentuan standar kompetensi yang kemudian digunakan untuk menyusun kurikulum, Tahap pelaksanaan pendidikan adalah perencanaan proses belajar mengajar, termasuk penentuan kualifikasi pengajar yang sesuai dengan kompetensi, Tahap learning yaitu study and practice constantly sampai diterbitkannya sertifikat kompetensi dan diedarkan secara luas kepada pemakai jasa Pendidikan, Melakukan pengkajian ulang kesesuaian antara lulusan dengan kompetensi yang dibutuhkan pasar, kemudian melakukan tindakan koreksi terhadap ketidaksesuaian. Dalam hal ini upaya Meningkatkan Kualitas Lulusan Perguruan Tinggi Perguruan tinggi dan unsur-unsur yang terkait merampingkan dan mensinergikan muatan kurikulum dengan memperhatikan kepentingan dan keunggulan komparatif daerah serta perkembangan iptek. Dan juga Perguruan tinggi secara khusus menentukan kurikulum muatan lokal sesuai keunggulan komperatif dan pengembangan daerah.
Banyak Perguruan Tinggi di Indonesia sendiri ini tidak memikirkan keinginan pasar atau instansi sehingga banyaknya orang di Indonesia sebagai Sarjana ini menjadi pengganguran. Seharusnya dalam masalah seperti ini masing-masing Perguruan Tinggi harus memikirkan atau mempunyai solusi seperti on the job assigment adalah perguruan tinggi melakukan kerja sama dengan industri atau perusahaan yang dapat memberikan kerja nyata kepada lulusannya sehingga proses learning dapat berjalan dan kompetensi kerja standar dapat dipenuhi. Tetapi tidak hanya itu masing-masing Perguruan Tinggi juga harus melihat kemampuan dan bakat setiap mahasiswanya tidak hanya terpaku pada mata kuliah yang harusnya mereka jalani, hal seperti ini seharusnya di solusikan dengan cara Teori atribusiberkenaan dengan analisis terjadinya interaksi di kelas. Dalam konteks proses pembelajaran serta dalam rangka meningkatkan kemampuan atau kompetensi peserta didik maka yang perlu dipertimbang kan adalah perbedaan individual dalam potensilitas, seperti: inteligensi, minat, bakat dan motivasi, serta berbagai tipe belajar peserta didik. Dalam hal minat dan bakat tidak sedikit Perguruan Tinggi sendiri tidak mempunyai Sarana dan Prasarana di Pendidikan Tinggi Saat ini kondisi sarana prasarana kampus perguruan tinggi di Indonesia masih banyak yang belum memadai untuk menunjang proses pembelajaran dan minat bakat yang bermutu. Fenomena ini tidak hanya di daerah terpencil akan tetapi di kota-kota besar sekali pun masih kita temukan, seperti: masih terdapat ruang kelas yang tidak layak sebagai tempat proses pembelajaran sebuah perguruan tinggi, terbatasnya buku referensi yang dimiliki perpustakaan kampus, serta kurang memadainya alat laboratorium/ praktek, media pembelajaran, dan lain-lain yang sangat diperlukan bagi keberlangsungan proses pembelajaran. Belum Optimalnya Kinerja Tenaga Pendidik dan Kependidikan. Pendidikan di Indonesia jauh tertinggal oleh negara- negara lain yang disebabkan antara lain kinerja dan kemampuan serta kompetensi Sumber Daya Manusia Akademisi. Perguruan Tinggi harus melakukan pembenahan internal dan menata kembali pengelolaan organisasinya melalui perubahan paradigma, strategi, tata kelola, sistem dan prosedur, sampai kepada budaya organisasi, kompetensi dan gaya kerja pimpinan, struktural, dosen dan karyawannya. Mengingat kompleksitas masalah yang harus dibenahi, maka membenahi dan menata ulang pengelolaan perguruan tinggi tidak mudah. Karena Sarana dan prasarana adalah unsur penunjang dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mencakup bangunan, perabotan, peralatan (perangkat keras dan lunak), dan sistem pengamanan aset dan kampus. Kondisi sarana prasarana perangkat keras dan lunak di perguruan tinggi masih belum memadai untuk mendukung proses pembelajaran yang berkualitas. Manajemen perguruan tinggi belum tertata dengan baik karena masihl lemahnya komitmen birokrat dan pengelola pendidikan tinggi untuk mencapai keunggulan. Selain itu kurangnya kecakapan pengelola pendidikan tinggi dengan spektrum tugas maupun masalah pendidikan yang semakin kompleks, dan masih terdapat pengelola pendidikan tinggi yang tidak memiliki latar belakang disiplin ilmu pendidikan. Tidak sedikit mahasiswa mengeluhkan sarana dan prasarana di dalam kampus dengan minat dan bakat yang mereka punya, yang seharusnya mereka kembangkan malah jadi terhambat dengan adanya ketidak layakan proses keberlangsungan pembelajaran di lakukan. Yang penting Perguruan Tinggi lakukan sekarang adalah Perguruan tinggi meningkat kualitas proses pembelajaran agar mahasiswa dan lulusan memiliki kompetensi dan kemampuan knowledge skill sehingga dapat berkontribusi besar bagi pembangunan bangsa dan negara. Karena hal tersebut sedang di butuhkan negara sekarang. Para lulusan Perguruan Tinggi di tekankan untuk selalu berkontribusi untuk negara dan jangan mengeluh pada setiap pekerjaan yang mereka dapatkan. 

                                        Daftar Pustaka

Comments

Popular posts from this blog

My Passion In Public Health

Jurnal Kesehatan Masyarakat BTOPH 2019